Normality Test

Tags

I’m so overwhelmed with so much assignmnets currently. And the worst part is doing the subject that i’m not so in to it, statistic parametric, normality test in particularly!

Image

Why data have to be normally distributed? That is my big question for the normality test inventor/creator. In real life no data set is ever exactly a Normal Distribution, so we won’t ever expect to see a straight line!. And the most rediculous thing is if data are unnormally distributed, we have to transform it by many extraordinary method so our data become normally distributed, ohhh…pleasee… 

Normality testing is a waste of time why. With small samples, the normality test has low power. But when you have large samples, normality tests become ridiculously powerful, but they don’t tell you anything you didn’t already know. No real quantity is exactly normally distributed. The normal distribution is just a mathematical abstraction that’s a good enough approximation in a lot of cases. The simplest proof of this is that there is no real quantity (at least none that I can think of) that could take any real number as its value. For example, there are only so many molecules in the universe. There are only so many dollars in the money supply. The speed of light is finite. Computers can only store numbers of a finite size, so even if something did have a support of all real numbers, you wouldn’t be able to measure it.

The point is that you already knew your data wasn’t exactly normally distributed but the normality tests tell you nothing about how non-normal the data is. They give you absolutely no hint as to whether your data is approximately normally distributed such that statistical inference methods that assume normality would give correct answers. Ironically, common tests (e.g. the T-test and ANOVA) that assume normality are more robust to non-normality at large sample sizes.

hmmmm…what can i do now just: do my assignment, finish it, there is no need a deeper understanding because it is only an assignment, and “Ada ilmu yang bermanfaat dan harus dikuasai. Tapi, ada juga yang cukup sebagai pengetahuan semata”.

 

What should i do with my life? And what my life would be?

I don’t know what’s wrong with me, but those questions sorrounding in my head and makes me seperti kehilangan arah. Gak tau apa yg harus dilakukan!. Day by day it became worst, jadi gk bersemangat beraktifitas, gk konsentrasi, gk fokus,  males ketemu orang apalagi kumpul keluarga, males ngobrol, jadi terkesan sombong dan jutek, hufff…

Sampai pd saat dimana seorang teman bilang “kalo bisa tukeran, aku mau jadi kamu” it slapped me! Baru sadar! Ya, karena beban temanku itu sangat jauh lebih besar – ditinggal ayah tercinta, 1 bulan sebelum akad nikah calon suaminya meninggal kecelakaan, sdh resign dr pekerjaannya di bank swasta ternama karena berencana ingin jadi ibu rumah tangga, sekarang sedang menata hidup kembali, sdg berjuang mengikuti ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri untuk mendapatkan gelar master mewujudkan cita2nya menjadi seorang dosen  – tapi dia yg selalu menyemangatiku dg hal sepeleku ini.

Tambah sadar lagi, waktu berkunjung ke rumah seorang teman yg selalu ceria, yg selalu cerita hal lucu yg buat kita tertawa…. Ternyata rumahnya sepi, ya, orang tuanya sdh tdk ada, semua adiknya di luar kota, gk pulang karena gk ada alasan untuk pulang. Tertampar lagi kali ini lebih keras!

Allah forgive me…

Harusnya aku bersyukur, karena yg Allah kasih selama ini ya nikmatNya aja : Keluarga yg masih utuh, sehat, teman2 yg mau drepoti dg hal2 gk penting ku ini, dan sekolah gratis dpt wild card ke luar negeri pula…!!!

What should i do with my life? Memang sekarang semuanya masih belum jelas, ngantor gk jelas, jadwal sekolah belum ada informasi, jodoh msh otw, hehe… So, lakukan apa yg bisa dilakukan sekarang aja, dikasih kerjaan alhamdulillah kerjain aja dg baik, dikasih kesempatan untuk les alhamdulillah jalani aja dg tekun. Dikasih banyak waktu luang alhamdulillah bisa lebih sering kumpul dengan keluarga dan bersilaturrahmi kembali dg teman2.

What my life would be? Itu urusan Allah mutlak! Cukup ikhtiar aja, perbaiki kualitas ibadah, perbaiki kualitas diri. Allah yg maha tahu apa yg terbaik bagi hambanya di waktu yg tepat, pasti!

SHIA, 29Sya’ban 1434H

Waiting for a flight to celebrate 1st ramadhan at home :)

Drive in the Rain

I love driving while raining – as long as it is not a heavy downpour kind.

It is such a great escape for me, makes me reflective and introspective about a ton of thoughts of my past/present/future and the issues that I might be deal with.

Drove towards unknow destination with the music turned up.  Sad song played when i felt so tired, sad, or dissapointed. With the tear dropped i yelled to my stupid mistake that i ever did, but it was fine. I felt it was a good way to shut myself in and let it out without worrying about anyone hearing and judging me.

When i had a good mood, i played the high rhyme energy music, sang along while driving, and swish-swash of wipers looked like they dance for me, haha…

If rain has over, i stopped my car then go outside or opened the window and try to inhaled the smell of air right after rains. Ya…it was an unforgettable feeling and smell, and it was like the rain has touched upon every single emotion i have as well as all of my senses.

I always feel better, more relaxed and calm after did it.

PS: keep safe while driving in the rain ;)Image

Link

Standarisasi Penamaan Institusi dan Jabatan Dalam Bahasa Ingris

Always heading the same problem (me only maybe), to write my institution name in english! #sigh…

FYI, now i’m working at:

Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Sumatera Selatan,Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III, Dikrektorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum. Nah lho!!

Ada secercah harapan setelah saya menemukan ini:

http://birohukum.pu.go.id/uploads/DPU/2011/SEPU08-2011.pdf

a little help but still it ain’t able to answer my question: apa bahasa inggrisnya Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Sumatera Selatan,Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III ???

Metode Pembuangan Akhir Sampah

Proses akhir dari rangkaian penanganan sampah yang biasa dijumpai di Indonesia dilaksanakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pada umumnya metode pembuangan akhir sampah yang dilaksanakan di TPA berupa proses landfilling (pengurugan).

 

Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan proses pengurugan (landfilling) tidak dapat tergantikan atau dihilangkan dalam sistem pengelolaan sampah perkotaan, antara lain:

a.       Teknologi pengelolaan limbah seperti reduksi di sumber, daur – ulang, daur – pakai atau minimasi sampah, tidak dapat menyingkirkan sampah secara menyeluruh,

b.      Tidak semua limbah mempunyai nilai ekonomis untuk di daur ulang,

c.       Teknologi pengolahan limbah seperti insinerator atau pengolahan secara biologi dan atau kimia tetap menghasilkan residu yang harus ditangani lebih  lanjut,

d.      Kadangkala sebuah limbah sulit untuk diuraikan secara biologis, atau sulit untuk dibakar, atau sulit untuk diolah secara kimia.  (Damanhuri, 1995)

 

Secara umum, berdasarkan sistem operasionalnya, terdapat tiga metode pembuangan akhir sampah, yaitu sanitary landfill, controlled landfill dan open dumping.

1.      Skema sanitary landfill

Merupakan lahan urug yang telah memperhatikan aspek sanitasi lingkungan. Sampah diletakkan pada lokasi cekung, kemudian sampah dihamparkan hingga lalu dipadatkan untuk kemudian dilapisi dengan tanah penutup harian setiap hari akhir operasi dan dipadatkan kembali setebal 10% -15% dari ketebalan lapisan sampah untuk mencegah berkembangnya vektor penyakit, penyebaran debu dan sampah ringan yang dapat mencemari lingkungan sekitarnya. Lalu pada bagian atas timbunan tanah penutup harian tersebut dapat dihamparkan lagi sampah yang kemudian ditimbun lagi dengan tanah penutup harian. Demikian seterusnya hingga terbentuk lapisan-lapisan sampah dan tanah. Bagian dasar konstruksi sanitary landfill dibuat lapisan kedap air yang dilengkapi dengan pipa pengumpul dan penyalur air lindi (leachate) yang terbentuk dari proses penguraian sampah organik. Terdapat juga saluran penyalur gas untuk mengolah gas metan yang dihasilkan dari proses degradasi limbah organik, lebih jelas lihat Gambar 2.5. Metode ini merupakan cara yang ideal namun memerlukan biaya investasi dan operasional yang tinggi.

 

 

2.   Skema controlled landfill

      Controlled landfill atau lahan urug terkendali diperkenalkan oleh Departemen Pekerjaan Umum pada awal tahun 1990-an merupakan perbaikan atau peningkatan dari cara open dumping tetapi belum sebaik sanitary landfill. Pada skema ini pelapis dasar berupa lapisan geomembran. Aplikasi tanah penutup harian dilakukan setiap 5-7 hari. Setelah masa layan habis, dilakukan penutupan akhir. Tetapi sampai saat ini metode controlled landfill masih dianggap mahal.

 

3.   Skema open dumping

Skema open dumping ini paling banyak diterapkan di Indonesia. Prinsip kerjanya sederhana: buang, tidak ada penanganan lebih lanjut terhadap sampah. Keuntungan utama dari sistem ini adalah murah dan sederhana. Kekurangannya, sistem ini sama sekali tidak memperhatikan sanitasi lingkungan. Sampah hanya ditumpuk seperti Gambar 2.6 dan dibiarkan membusuk sehingga menjadi lahan yang subur bagi pembiakan jenis-jenis bakteri serta bibit penyakit lain, menimbulkan bau tak sedap yang dapat tercium dari puluhan bahkan ratusan meter, mengurangi nilai estetika dan keindahan lingkungan. Tabel 2.3 memaparkan kelebihan dan kekurangan dari berbagai skema pengoperasian lahan urug.

 

Tabel Perbandingan Skema Lahan Urug (Damanhuri, 2004)

Skema Lahan Urug

Kelebihan

Kekurangan

Open Dumping

·      Teknis pelaksanaan mudah.

·      Personil lapangan relatif sedikit.

·      Biaya operasi dan perawatan yang relatif rendah.

·      Terjadi pencemaran udara oleh gas, bau dan debu.

·      Pencemaran air tanah oleh air lindi.

·      Resiko kebakaran cukup besar

·      Mendorong tumbuhnya sarang vektor penyakit (tikus, lalat, nyamuk).

·      Mengurangi estetika lingkungan.

·      Lahan tidak dapat digunakan kembali.

Controlled landfill

·      Dampak negatif  terhadap lingkungan dapat diperkecil.

·      Lahan dapat digunakan kembali setelah dipakai.

·      Estetika lingkungan cukup baik.

·      Operasi lapangan relatif lebih sulit.

·      Biaya operasi dan perawatan cukup besar.

·      Memerlukan personalia lapangan yang cukup terlatih.

Sanitary Landfill

·      Timbulan gas metan dan air lindi terkontrol dengan baik sehingga tidak mencemari lingkungan.

·      Timbulan gas metan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

·      Setelah selesai pemakaiannya, area lahan urug dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti areal parkir, lapangan golf, dan kebutuhan lain.

·      Aplikasi sistem pelapisan dasar (liner) yang rumit.

·      Aplikasi tanah penutup harian yang mahal.

·      Aplikasi sistem lapisan penutup  akhir.

·      Biaya aplikasi pipa penyalur gas metan dan instalasi pengkonversian gas metan menjadi sumber energi.

·      Biaya aplikasi pipa-pipa pengumpul dan penyalur air lindi (leachate) dan intalasi pengolah air lindi.

 

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 877 other followers