Nekat Escape, a short journey malaysia-singapore

Yeah…this is the story about how we can not resist the temptation of promo flight ticket. We bought it! even the flight schedule was right on the last day of mid exam and we did not know whether we need to do the remedial exam the day after. So, fokus kami buat ujian biar gk remed, jadi gk ganggu jadwal jalan-jalan, hehe. But, it ends up with the lack of jalan2’s preparation, ya kami gk tau mau kemana dan mau nginep di mana. Modal bismillah berangkat!

Then, the itenary become:

Thursday, 17 April 2014

18.00 (WIB) Depart from Yogyakarta Adisutjipto Airport by Tiger Airways
(It takes 2 hours flight. If your ticket doesn’t include meals, better to keep some drinks and snack on your bag, so you won’t be starving during the flight). Note: sometimes you can bring a full bottle through security, just keep your bottle inside your bag. Airport Tax: 100.000 IDR

21.00 Arrived at Changi Airport Singapore Terminal II
Take a rest, do pray, buy some drink. Note: tempat sholat hanya ada di dalam terminal sebelum keluar dari immigration check-in counter, jadi sholat aja dulu baru ke imigrasi, nanti kalo sdh keluar gk bisa masuk lagi.

23.15 Go to johor by Transtar Cross Border Service (TS1)
(The service available at coach stands at Terminals 1, 2, 3. Kalo dari terminal 2, keluar cari tulisan coach, ikuti aja arahnya, busnya ada di Hall Coach Bay 09 / 10). Note: ini bus terakhir, jadwal berikutnya besok pagi jam 7. Harga ticket 7 SGD(bayar di dalam bus)

After 80 minutes, arrived at woodland immigration checkpoint. Di sini kita harus turun dari bus, keep your ticket, and never leave any stuff on bus. After passing immigratioin checkpoit, wait until your bus come, show yor ticket to get in the bus, dan perjalanan dilanjutkan kembali sampai ke imigrasi checkpoint di Johor Bahru.
(woodland check-point ke johor check-point gk sampe setengah jam)

01.00 Arrived at Immigration checkpoint Johor Bahru.

Johor Bahru Immigration

Johor Bahru Immigration

And it ends up by sleeping in immigration, hahaha… because of our stupid mistake which didn’t pay attention to the bus or KTM time schedule (ya iyalah mana ada bus atau KTM dini hari gini beroperasi). Pilihan tempat tiduran lainnya ada di JB Sentral building terkoneksi dg Immigration building. Di JB Sentral building ada pertokoan, KTM station, dan bus station, toilet, mushala.

Friday, 18 April 2014

06.00 Di JB Sentral ada KTM ke KL, tapi kita ptuskan untuk pake bus jadi harus ke larkin terminal, so turun ke bawah ke coach shelter, cari bus dg tulisan larkin. Travel time from JB sentral to Larkin Bus Terminal is 6 Minutes. Fares: 1 RM (bayar di dalam bus)

06.15 Arrived at Larkin Bus Terminal
Crowdednya di sini spt terminal kampung rambutan.
Banyak pilihan bus ke KL dg jadwal keberangkatan tiap jam, pilih aja salah satu, antri di loketnya untuk beli tiket (In this case we choose City Express yg jam 7.00). Ongkos 31 RM

12.00 Finally, after nyampe KL! Nyampe Terminal Bersepadu Selatan (TBS) tepatnya. Di sini ada KTM, LRT, dan ERL (jenis kereta).
We took LRT to go to the 1st destination: Batu Caves.

LRT Station di TBS

LRT Station di TBS

12.40 Batu Caves

Batu CAves

Batu CAves

15.00 Go to KLCC, eh…ke petaling dulu yuk beli oleh2
So, we took LRT from batu caves to petaling (petaling station)
There we go:

Petaling Station

Petaling, a small station, very quiet outside and no activities (kesotoyan kami mengira jl. Petaling di KLCC tempat beli oleh-oleh = petaling station). Wes, naik LRT lagi cus ke KL Sentral station.

16:00 KL Sentral Sation. Di sini ada kamar mandi! (paling ujung setelah mushala dan toilet) RM5 for shower only, RM15 for shower plus towel, you can choose the package. Mandi dulu deh biar cantik. KL Sentral Station lokasinya sdh di tengah KL City Centre: the heart of kuala lumpur katanya. Here we bought some souvenirs, walked in china town, and took photo in front of twin tower, dan jl. Petalingnya ada di sini!

Petronas Twin Tower

Petronas Twin Tower

19:00 Cukup foto-fotonya. We have to catch up the last bus from KBS to johor bahru at 23:00, let’s go back to the KL Central station, get LRT to KBS.

23:00 Depart from KBS to check point Johor Bahru naik city express lagi (beli tiket di loket city express di KBS). FYI bus ini enak buat tidur, kursinya empuk, jarak antar kursi agak jauh. So, 5 jam di bus kami habiskan untuk tidur.

Saturday, 19 April 2014

03:00 Nyampe checkpoint Johor Bahru. Turun, masuk antrian imigrasi lalu naik lagi bus yg sama menuju checkpoint Woodland.

04:00 Nyampe checkpoint Woodland, welcomback to Singapore. Dan sepagi ini harus mulai mikir lagi mau kemana kita? Yang kepikiran cuma ke bugis buat hunting hostel karena badan sdh capek ngangkat ransel dari kemaren. So, dr lihat di peta dapatlah bus 170 ke Queen Street, busnya ada di bawah imigrasi woodland, but busnya baru operasi nanti jam 6! Oke..tunggu aja…sambil duduk selonjoran.

06:45 Sampai di Queen Street, pemberhentian terakhir bus 170. Ambil Jalan keluar terus belok kiri ada Masjid Sultan, sholat subuh dulu sudah injury time nih… Kelar subuhan sarapan dulu di Kampong Glam, depannya masjid tinggal jalan kaki aja. Tapi pagi sedikit yg buka. Selesai makan langsung jalan kaki ke penginapan yg diincar: Cozy Corner di North Bridge Road (hasil browsing inilah yg murah dan strategis) Dari Sultan masque tinggal lurus aja.

08:30 Setelah jalan 1 kiloan khirnya nemu Cozy Corner Guest House persis di depan bugis junction. Cek kamar, available, harganya bagus langsung ambil. Kami dpt 1 kamar isi 5 bed 105 SGD/night, incl breakfast buat 5 org, kamar mandi di luar. Checkin jam 10, taruh barang, mandi, langsung cus…

11:00 Keluar hostel langsung nyebrang ke bugis junction, turun pake eskalaor ke station MRT-nya. Beli kartu singapore tourist pass yang 1 day. Harga kartu 10 SGD, tiketnya 20 SGD. Selesai pemakaian kartu bisa direfund. Dg tiket ini bisa seharian naik public bus, MRT, dan LRT ke mana aja di singapore, and these are our destination:

Singapore Art Museum

Singapore Art Museum

National Museum of Singapore

National Museum of Singapore

Keliling Marina Bay

Keliling Marina Bay

Beneran keliling satu putaran penuh jalan kaki! Start dari Singapore Formula 1 Paddock Stand Pit Stop, Singapore Flyer, Esplanade, Merlion Park, terus nyusurin pinggiran sampe ke Marina Bay Sand buat nonton light and water show. Habis nonton pertunjukan, langsung ke Garden by the Bay.

Singapore Malam Hari

Singapore Malam Hari

22:00 Balik penginapan kaki lecet! Tapi sumpah…ini tidur paling nyenyak setelah 2 malam sebelumnya ngegembel di imigrasi dan di bus.

Sunday, 20 April 2014

09:00 Hwuaaaa!!! pada kesiangan bangun! Semua pontang-panting mandi, packing, sarapan. Lanjut ke Bugis Station menuju Changi, pesawat balik ke jogja jam 2 siang ini.

12:00 Alhamdulillah…nyampe bandara. Perut lapar, tadi sarapan di hostel cuma dikasih roti.

And, this is the end of our journey: makan siang mahal di changi!

Makan di Changi

Makan di Changi

Normality Test

Tags

I’m so overwhelmed with so much assignmnets currently. And the worst part is doing the subject that i’m not so in to it, statistic parametric, normality test in particularly!

Image

Why data have to be normally distributed? That is my big question for the normality test inventor/creator. In real life no data set is ever exactly a Normal Distribution, so we won’t ever expect to see a straight line!. And the most rediculous thing is if data are unnormally distributed, we have to transform it by many extraordinary method so our data become normally distributed, ohhh…pleasee… 

Normality testing is a waste of time why. With small samples, the normality test has low power. But when you have large samples, normality tests become ridiculously powerful, but they don’t tell you anything you didn’t already know. No real quantity is exactly normally distributed. The normal distribution is just a mathematical abstraction that’s a good enough approximation in a lot of cases. The simplest proof of this is that there is no real quantity (at least none that I can think of) that could take any real number as its value. For example, there are only so many molecules in the universe. There are only so many dollars in the money supply. The speed of light is finite. Computers can only store numbers of a finite size, so even if something did have a support of all real numbers, you wouldn’t be able to measure it.

The point is that you already knew your data wasn’t exactly normally distributed but the normality tests tell you nothing about how non-normal the data is. They give you absolutely no hint as to whether your data is approximately normally distributed such that statistical inference methods that assume normality would give correct answers. Ironically, common tests (e.g. the T-test and ANOVA) that assume normality are more robust to non-normality at large sample sizes.

hmmmm…what can i do now just: do my assignment, finish it, there is no need a deeper understanding because it is only an assignment, and “Ada ilmu yang bermanfaat dan harus dikuasai. Tapi, ada juga yang cukup sebagai pengetahuan semata”.

 

What should i do with my life? And what my life would be?

I don’t know what’s wrong with me, but those questions sorrounding in my head and makes me seperti kehilangan arah. Gak tau apa yg harus dilakukan!. Day by day it became worst, jadi gk bersemangat beraktifitas, gk konsentrasi, gk fokus,  males ketemu orang apalagi kumpul keluarga, males ngobrol, jadi terkesan sombong dan jutek, hufff…

Sampai pd saat dimana seorang teman bilang “kalo bisa tukeran, aku mau jadi kamu” it slapped me! Baru sadar! Ya, karena beban temanku itu sangat jauh lebih besar – ditinggal ayah tercinta, 1 bulan sebelum akad nikah calon suaminya meninggal kecelakaan, sdh resign dr pekerjaannya di bank swasta ternama karena berencana ingin jadi ibu rumah tangga, sekarang sedang menata hidup kembali, sdg berjuang mengikuti ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri untuk mendapatkan gelar master mewujudkan cita2nya menjadi seorang dosen  – tapi dia yg selalu menyemangatiku dg hal sepeleku ini.

Tambah sadar lagi, waktu berkunjung ke rumah seorang teman yg selalu ceria, yg selalu cerita hal lucu yg buat kita tertawa…. Ternyata rumahnya sepi, ya, orang tuanya sdh tdk ada, semua adiknya di luar kota, gk pulang karena gk ada alasan untuk pulang. Tertampar lagi kali ini lebih keras!

Allah forgive me…

Harusnya aku bersyukur, karena yg Allah kasih selama ini ya nikmatNya aja : Keluarga yg masih utuh, sehat, teman2 yg mau drepoti dg hal2 gk penting ku ini, dan sekolah gratis dpt wild card ke luar negeri pula…!!!

What should i do with my life? Memang sekarang semuanya masih belum jelas, ngantor gk jelas, jadwal sekolah belum ada informasi, jodoh msh otw, hehe… So, lakukan apa yg bisa dilakukan sekarang aja, dikasih kerjaan alhamdulillah kerjain aja dg baik, dikasih kesempatan untuk les alhamdulillah jalani aja dg tekun. Dikasih banyak waktu luang alhamdulillah bisa lebih sering kumpul dengan keluarga dan bersilaturrahmi kembali dg teman2.

What my life would be? Itu urusan Allah mutlak! Cukup ikhtiar aja, perbaiki kualitas ibadah, perbaiki kualitas diri. Allah yg maha tahu apa yg terbaik bagi hambanya di waktu yg tepat, pasti!

SHIA, 29Sya’ban 1434H

Waiting for a flight to celebrate 1st ramadhan at home :)

Drive in the Rain

I love driving while raining – as long as it is not a heavy downpour kind.

It is such a great escape for me, makes me reflective and introspective about a ton of thoughts of my past/present/future and the issues that I might be deal with.

Drove towards unknow destination with the music turned up.  Sad song played when i felt so tired, sad, or dissapointed. With the tear dropped i yelled to my stupid mistake that i ever did, but it was fine. I felt it was a good way to shut myself in and let it out without worrying about anyone hearing and judging me.

When i had a good mood, i played the high rhyme energy music, sang along while driving, and swish-swash of wipers looked like they dance for me, haha…

If rain has over, i stopped my car then go outside or opened the window and try to inhaled the smell of air right after rains. Ya…it was an unforgettable feeling and smell, and it was like the rain has touched upon every single emotion i have as well as all of my senses.

I always feel better, more relaxed and calm after did it.

PS: keep safe while driving in the rain ;)Image

Link

Standarisasi Penamaan Institusi dan Jabatan Dalam Bahasa Ingris

Always heading the same problem (me only maybe), to write my institution name in english! #sigh…

FYI, now i’m working at:

Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Sumatera Selatan,Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III, Dikrektorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum. Nah lho!!

Ada secercah harapan setelah saya menemukan ini:

http://birohukum.pu.go.id/uploads/DPU/2011/SEPU08-2011.pdf

a little help but still it ain’t able to answer my question: apa bahasa inggrisnya Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Sumatera Selatan,Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III ???

Metode Pembuangan Akhir Sampah

Proses akhir dari rangkaian penanganan sampah yang biasa dijumpai di Indonesia dilaksanakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pada umumnya metode pembuangan akhir sampah yang dilaksanakan di TPA berupa proses landfilling (pengurugan).

 

Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan proses pengurugan (landfilling) tidak dapat tergantikan atau dihilangkan dalam sistem pengelolaan sampah perkotaan, antara lain:

a.       Teknologi pengelolaan limbah seperti reduksi di sumber, daur – ulang, daur – pakai atau minimasi sampah, tidak dapat menyingkirkan sampah secara menyeluruh,

b.      Tidak semua limbah mempunyai nilai ekonomis untuk di daur ulang,

c.       Teknologi pengolahan limbah seperti insinerator atau pengolahan secara biologi dan atau kimia tetap menghasilkan residu yang harus ditangani lebih  lanjut,

d.      Kadangkala sebuah limbah sulit untuk diuraikan secara biologis, atau sulit untuk dibakar, atau sulit untuk diolah secara kimia.  (Damanhuri, 1995)

 

Secara umum, berdasarkan sistem operasionalnya, terdapat tiga metode pembuangan akhir sampah, yaitu sanitary landfill, controlled landfill dan open dumping.

1.      Skema sanitary landfill

Merupakan lahan urug yang telah memperhatikan aspek sanitasi lingkungan. Sampah diletakkan pada lokasi cekung, kemudian sampah dihamparkan hingga lalu dipadatkan untuk kemudian dilapisi dengan tanah penutup harian setiap hari akhir operasi dan dipadatkan kembali setebal 10% -15% dari ketebalan lapisan sampah untuk mencegah berkembangnya vektor penyakit, penyebaran debu dan sampah ringan yang dapat mencemari lingkungan sekitarnya. Lalu pada bagian atas timbunan tanah penutup harian tersebut dapat dihamparkan lagi sampah yang kemudian ditimbun lagi dengan tanah penutup harian. Demikian seterusnya hingga terbentuk lapisan-lapisan sampah dan tanah. Bagian dasar konstruksi sanitary landfill dibuat lapisan kedap air yang dilengkapi dengan pipa pengumpul dan penyalur air lindi (leachate) yang terbentuk dari proses penguraian sampah organik. Terdapat juga saluran penyalur gas untuk mengolah gas metan yang dihasilkan dari proses degradasi limbah organik, lebih jelas lihat Gambar 2.5. Metode ini merupakan cara yang ideal namun memerlukan biaya investasi dan operasional yang tinggi.

 

 

2.   Skema controlled landfill

      Controlled landfill atau lahan urug terkendali diperkenalkan oleh Departemen Pekerjaan Umum pada awal tahun 1990-an merupakan perbaikan atau peningkatan dari cara open dumping tetapi belum sebaik sanitary landfill. Pada skema ini pelapis dasar berupa lapisan geomembran. Aplikasi tanah penutup harian dilakukan setiap 5-7 hari. Setelah masa layan habis, dilakukan penutupan akhir. Tetapi sampai saat ini metode controlled landfill masih dianggap mahal.

 

3.   Skema open dumping

Skema open dumping ini paling banyak diterapkan di Indonesia. Prinsip kerjanya sederhana: buang, tidak ada penanganan lebih lanjut terhadap sampah. Keuntungan utama dari sistem ini adalah murah dan sederhana. Kekurangannya, sistem ini sama sekali tidak memperhatikan sanitasi lingkungan. Sampah hanya ditumpuk seperti Gambar 2.6 dan dibiarkan membusuk sehingga menjadi lahan yang subur bagi pembiakan jenis-jenis bakteri serta bibit penyakit lain, menimbulkan bau tak sedap yang dapat tercium dari puluhan bahkan ratusan meter, mengurangi nilai estetika dan keindahan lingkungan. Tabel 2.3 memaparkan kelebihan dan kekurangan dari berbagai skema pengoperasian lahan urug.

 

Tabel Perbandingan Skema Lahan Urug (Damanhuri, 2004)

Skema Lahan Urug

Kelebihan

Kekurangan

Open Dumping

·      Teknis pelaksanaan mudah.

·      Personil lapangan relatif sedikit.

·      Biaya operasi dan perawatan yang relatif rendah.

·      Terjadi pencemaran udara oleh gas, bau dan debu.

·      Pencemaran air tanah oleh air lindi.

·      Resiko kebakaran cukup besar

·      Mendorong tumbuhnya sarang vektor penyakit (tikus, lalat, nyamuk).

·      Mengurangi estetika lingkungan.

·      Lahan tidak dapat digunakan kembali.

Controlled landfill

·      Dampak negatif  terhadap lingkungan dapat diperkecil.

·      Lahan dapat digunakan kembali setelah dipakai.

·      Estetika lingkungan cukup baik.

·      Operasi lapangan relatif lebih sulit.

·      Biaya operasi dan perawatan cukup besar.

·      Memerlukan personalia lapangan yang cukup terlatih.

Sanitary Landfill

·      Timbulan gas metan dan air lindi terkontrol dengan baik sehingga tidak mencemari lingkungan.

·      Timbulan gas metan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

·      Setelah selesai pemakaiannya, area lahan urug dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti areal parkir, lapangan golf, dan kebutuhan lain.

·      Aplikasi sistem pelapisan dasar (liner) yang rumit.

·      Aplikasi tanah penutup harian yang mahal.

·      Aplikasi sistem lapisan penutup  akhir.

·      Biaya aplikasi pipa penyalur gas metan dan instalasi pengkonversian gas metan menjadi sumber energi.

·      Biaya aplikasi pipa-pipa pengumpul dan penyalur air lindi (leachate) dan intalasi pengolah air lindi.

 

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 904 other followers